Mencegah balita kecelakaan di kamar mandi
Semua balita pasti suka bermain air, dan kamar mandi menjadi salah satu tempat bermain favorit balita. Untuk itu, buatlah kamar mandi di rumah menjadi tempat yang aman untuk bermain balita. Sebab, kamar mandi bisa menjadi tempat paling berbahaya buat balita.
Ikuti tips berikut agar kecelakaan di kamar mandi terhindarkan:
Tips Memilih Mainan Anak
Anak-anak selalu identik dengan mainan, tapi tidak semua mainan anak aman untuk digunakan. Tak sedikit dari mainan anak-anak ini mengandung zat-zat berbahaya atau bisa menimbulkan cedera.Baru-baru ini banyak penelitian yang menunjukkan bahaya dari mainan tersebut dan membuat orangtua menjadi khawatir. Barang yang seharusnya bisa membantu stimulasi serta menyenangkan bagi anak, tapi memberikan efek negatif baik bagi kesehatan atau lingkungan sekitar.
Anak tertekan karena berat badan
APA yang Anda lakukan jika melihat anak Anda yang masih usia sekolah terlihat lebih gemuk daripada yang seharusnya? Mungkin saja Anda akan mengatakan langsung kepadanya soal problem ini.
Bayi dilarang tidur dengan perokok
SEBAIKNYA para orang tua yang merokok tak tidur di ruang yang sama dengan bayi-bayi mereka. Sebab, kadar nikotin rokok yang menempel pada kulit maupun pakaian dapat membahayakan kesehatan si bayi.
Agar Anak Lancar Bicara
Orangtua memainkan peranan yang penting dalam mencontohkan cara berkomunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua juga dapat mengajarkan dan mengasah keterampilan anak berbicara.
Berikut ini 11 tips untuk meningkatkan kemampuan anak berbicara dengan lancar:
Efek samping over protektif
Untuk mengekspresikan cintanya yang mendalam kepada anaknya, serngkali orang tua memanjakan anaknya, selalu memenuhi semua permintaan anaknya, dan terlalu berlebihan dalam menjaga serta memberikan perhatian kepada anak. Hal ini dapat menyebabkan anak :
Mengatasi Batita Mengamuk
Munculnya TANTRUM atau amarah yang tak terkendali sebetulnya merupakan pertanda baik. Tangani amukannya secara bijak.
Sering, kan, anak marah-marah hanya karena ia merasa tidak puas oleh hal sepele. Misalnya, sepatu yang disodorkan ibu tidak sesuai dengan keinginannya. Ia minta warna merah jambu, tapi karena kotor, ia harus memakai sepatu yang berwarna cokelat. Yang terjadi kemudian, si anak menolak sambil marah dan melempar sepatunya. Kalau keinginannya belum terpenuhi juga, dia akan semakin marah dan menangis keras. Bahkan, terkadang sampai berguling-guling di lantai.
Langganan:
Postingan (Atom)

